Jumat, 22 Oktober 2010

Inilah 10 Kota Berbiaya Hidup Termahal di Dunia 2010


bakal menelan ludah bila mendengar hasil survei yang digagas Employment Condition Abroads (ECA) International. ECA merupakan konsultan internasional yang bergerak diberbagai bidang seperti bisnis, layanan publik dan kebijakan. Dalam survei tersebut ECA mengeluarkan 10 daftar kota termahal di dunia.

New York, kota terbesar di AS ini mungkin bakal anda kira masuk ke dalam sepuluh besar kota termahal di dunia. Faktanya, New York hanya menempati urutan ke 29. Lantas seperti apa sepuluh kota tersebut kalau New York saja tidak masuk sepuluh besar.

Sebelum berlanjut kepada siapa sepuluh besar kota termahal di dunia, ECA terlebih dahulu menilai lebih dari ratusan kota di dunia. ECA berasumsi kota yang dimaksud mahal atau tidak berdasarkan pada penilaian harga makanan, kebutuhan sehari-hari, baju, elektronik dan hiburan. Guna mendapatkan hasil survei yang akurat, ECA bekerja sama dengan tim lokal setempat pada September 2009 hingga Maret 2010.

"Selain produk berharga murah dan layanan yang tersedia di pasar, survei juga memperkirakan biaya yang dikeluarkan guna mendukung standar hidup yang diharapkan oleh karyawan ekspatriat," ungkap Lee Quane, ECA's regional director for Asia, seperti dikutip Business Week, Senin (28/6).

Quane menambahkan meski beberapa penilaian juga berdasarkan perkembangan ekonomi suatu negara. Pihaknya tetap berpatokan pada prediksi kemampuan negara itu dalam mengatasi krisis. Pertimbanganya, kota-kota yang dimaksud dinilai penting dalam keberhasilan suatu negara keluar dari krisis.

Berikut sepuluh besar kota termahal di dunia

1. Tokyo

Tokyo, ibukota Kekaisaran Jepang ini sedari awal menjadi pusat perkembangan ekonomi negara itu paska Perang Dunia kedua. Tak ada yang menyangka, Jepang yang kala itu terbilang negara yang kalah perang bisa menjadi kekuatan ekonomi baru dibawah Amerika Serikat. Di kota ini, berkembang kekuatan ekonomi kelas menengah yang menjadi tulang punggung negara berjuluk Matahari Terbit ini.

Prestasi itu pula yang menghantarkan Tokyo, menjadi kota termahal di dunia versi ECA. Sebelumnya, oleh ECA dalam survei yang sama semenjak tahun 2005, Tokyo selalu menempati urutan kedua. Namun, khusus tahun ini, ditengah kebangkitan RRC sebagai kekuatan ekonomi baru dan resesi yang sempat mengguncang negara itu menjadikan Tokyo menempati urutan pertama kota termahal di dunia.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh ECA, untuk menginap di Jepang dengan menyewa apartemen dengan dua kamar tidur, warga asing harus merogoh kocek hingga $5.000 atau 49.5 juta rupiah perbulan. Angka itu cukup mengejutkan mengingat berdasarkan biro statistik Jepang (BPS), Indeks harga konsumen di Tokyo mengalami penurunan dari tahun ke tahun untuk 14 bulan belakangan tepatnya Mei 2010.

Berikut data lain yang dihimpun ECA :

Makan pagi dan siang di restoran : $ 18 atau Rp. 165 ribu
Bir kaleng (harga grosiran) : $ 3.37 atau Rp. 32 ribu
1 kilogram beras : $ 8.47 atau Rp. 77.9 ribu
1 kilogram telur : $ 3.78 atau Rp. 34.7 ribu
tiket bioskop : $ 22 atau Rp. 202 ribu
Mesin Cuci : $879 atau Rp. 8.08 juta

2. Oslo, Norwegia

Siapa sangka ibukota Kerajaan Norwegia, Oslo bakal menempati urutan kedua kota-kota termahal di dunia versi ECA International. Berdasarkan analisa ECA, Oslo menjadi kota termahal lantaran mata uang negara itu, korner tangguh menghadapi mata uang asing. Selain itu, ECA juga mencatat tren penjualan minyak, masa resesi yang singkat dan citra Norwegia sebagai surga para investor menjadikan Korner memliki kestabilan nilai tukar yang tangguh. Sebelumnya, Oslo hanya menempati urutan ke 8 pada tahun 2009.

Berikut data lain yang berhasil dihimpun ECA International :

Makan pagi dan siang di restoran : $ 43 atau Rp. 395 ribu
Bir kaleng (harga grosiran) : $ 4.71 atau Rp. 43 ribu
1 kilogram beras : $ 5.66 atau Rp. 52 ribu
1 kilogram telur : $ 6.72 atau Rp. 61.8 ribu
tiket bioskop : $ 16 atau Rp. 147 ribu
Mesin Cuci : $ 879 atau Rp. 8.09 juta

3. Luanda, Angola

Bila dua kota sebelumnya merupakan pusat perkembangan perekomian, maka kota ketiga ini, Luanda, ibukota Angola mengalami kenaikan harga lantaran tingkat inflasi yang parah. Bayangkan saja, untuk menyewa apartemen di negara itu, seseorang harus merogoh kocek $ 3.500 atau setara dengan Rp. 32 juta. Sayangnya, ECA tidak menjelaskan apartemen seperti apa yang dimaksud.

Berikut data lain yang dihimpun ECA International :

Makan pagi dan siang di restoran : $ 47 atau Rp. 432 ribu
Bir kaleng (harga grosiran) : $ 1.62 atau Rp. 14.9 ribu
1 kilogram beras : $ 4.73 atau Rp. 43.5 ribu
1 kilogram telur : $ 4.75 atau Rp.43.6 ribu
tiket bioskop : $ 13 atau Rp.119.5 ribu
Mesin Cuci : $ 912 atau Rp.8.39 juta

4. Nagoya, Jepang


Sebagai kota terbesar ke-4 di Jepang, Nagoya juga termasuk kota termahal ke-4 versi ECA International. Bayangkan saja, untuk satu kilogram beras di Nagoya, penduduk harus merogoh kocek $ 9.14 atau Rp. 84 ribu. Meski demikian, keberadaan Nagoya bisa dibilang vital bagi perekonomian Jepang. Pasalnya, di wilayah ini 44 persen industri otomotif di dunia berasal dari Nagoya. Sebut saja, Toyota, Honda, Suzuki, Mitsubishi, Volkswagen, dan General Motors. Sebelumnya, dalam survei yang sama, Nagoya menempati urutan ke-3 pada tahun 2009

Berikut data lain yang dihimpun ECA International :

Makan pagi dan siang di restoran : $19 atau Rp 174 ribu
Bir kaleng (harga grosiran) : $3.08 atau Rp 28.3 ribu
1 kilogram beras : $9.14 atau Rp 84 ribu
1 kilogram telur : $4.75 atau Rp30.6 ribu
tiket bioskop : $13 atau Rp118.3 ribu
Mesin Cuci : $621 atau Rp5.71 juta

5. Yokohama, Jepang

Berjarak satu setengah jam dengan menggunakan kereta komuter dari Tokyo, Yokohama merupakan kota pelabuhan tersibuk di Jepang. Selain itu, kota ini merupakan pusat pengembangan bioteknologi dan industri semikonduktor. Bagi masyarakat Jepang, Yokohama terhitung kota termahal, namun berbeda dengan perusahaan. Pasalnya, perusahaan-perusahaan asing dan lokal begitu menikmati biaya operasi yang rendah dekat ibukota. Perusahaan otomotif Nissan misalnya, berencana membuka kantor pusat baru di Yokohama tahun ini serta dilaporkan bakal menjual kantor pusat mereka di Jepang.

Berikut data lain yang dihimpun ECA International :

Makan pagi dan siang di restoran : $ 17.39 atau Rp. 159.9 ribu
Bir kaleng (harga grosiran) : $ 3.26 atau Rp. 29.9 ribu
1 kilogram beras : $ 6.54 atau Rp. 60.1 ribu
1 kilogram telur : $ 3.72 atau Rp. 34.2 ribu
tiket bioskop : $ 13 atau Rp. 119.3 ribu
Mesin Cuci : $ 630 atau Rp. 5.79 juta

6. Stavanger, Norwegia

Sebagai pusat kota perminyakan di Norwegia, Stavanger termasuk kota kedua di Norwegia, setelah Oslo sebagai kota dengan biaya hidup termahal. Laman Stavangerexpats.com mengungkap biaya yang dihabiskan untuk makanan 50 persen lebih tinggi ketimbang rata-rata Uni Eropa. Bahkan untuk satu kaleng soda, masyarakat harus merogoh kocek sebesar $2.80 atau Rp. 25.8 ribu, dan untuk satu kaleng bir dibanderol seharga $12 atau Rp. 110 ribu.

Berikut data lain yang dihimpun ECA International :

Makan pagi dan siang di restoran : $ 17.39 atau Rp. 303 ribu
Bir kaleng (harga grosiran) : $ 4.76 atau Rp. 43.8 ribu
1 kilogram beras : $ 5.71 atau Rp. 52.5 ribu
1 kilogram telur : $ 3.72 atau Rp. 34.2 ribu
tiket bioskop : $ 13 atau Rp. 142.6 ribu
Mesin Cuci : $ 630 atau Rp. 6.9 juta

7. Kobe, Japan


Kobe merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Jepang. Di kota ini, berkembang industri mesin berat, besi dan baja serta makanan. Berdasarkan Jepang External Trade Organization, (semacam Kamar Dagang di Jepang), 117 perusahaan asing dan afiliasi perusahaan asing bermarkas di Kobe. Kendati kobe terkenal dengan kualitas dagingnya, biaya hidup kota ini terbilang mahal. Bahkan di tahun 2009, kota ini menempati urutan ke 6 kota berbiaya hidup termahal di dunia.

Berikut data lain yang dihimpun ECA International :

Makan pagi dan siang di restoran : $ 16 atau Rp. 147 ribu
Bir kaleng (harga grosiran) : $ 3.09 atau Rp. 28.4 ribu
1 kilogram beras : $ 8.57 atau Rp. 78.8 ribu
1 kilogram telur : $ 2.81 atau Rp. 25.8 ribu
tiket bioskop : $ 20 atau Rp. 183.9 ribu
Mesin Cuci : $ 470 atau Rp. 43.2 juta

8. Kopenhagen, Denmark

Sebuah survei di tahun 2008 dari 73 kota internasional oleh UBS mencatat karyawan di Kopenhagen memiliki pendapatan tertinggi. Kota dengan gaji tertinggi tentu diimbangi dengan biaya hidup yang tinggi pula. Namun, secara keseluruhan masyarakat di negara itu memang memiliki standar hidup yang tinggi. Sebagai contoh, untuk menyewa satu keping DVD, masyarakat harus merogoh kocek $8 atau Rp. 73.6 ribu per malam, satu buah jeans dihargai $150 atau Rp. 13.8 juta dan satu tiket transportasi dikenakan biaya $3.70 atau Rp. 34 ribu. Sebelumnya, dalam survei yang sama di tahun 2009, Kopenhagen menempati urutan ke-7.

Berikut data lain yang dihimpun ECA International :

Makan pagi dan siang di restoran : $ 36 atau Rp. 331 ribu
Bir kaleng (harga grosiran) : $ 2.10 atau Rp. 19.3 ribu
1 kilogram beras : $4.85 atau Rp. 44.6 ribu
1 kilogram telur : $ 6.99 atau Rp. 64.3 ribu
tiket bioskop : $ 20 atau Rp. 137.9 ribu
Mesin Cuci : $ 1,196 atau Rp. 11 juta

9. Jenewa, Switzerland

Jenewa dikenal masyarakat internasional karena merupakan kota dimana sejumlah perusahaan dan markas organisasi PBB bernaung. Karena itu, harga makanan di Swiss 45 persen jauh lebih mahal ketimbang kota-kota lain di Eropa Barat. Tak hanya itu, harga elektronik dan aplikasi Jenewa merupakan yang termahal di dunia. Sebelumnya, dalam survei yang sama pada tahun 2009, Jenewa menempati urutan ke-9.

Berikut data lain yang dihimpun ECA International :

Makan pagi dan siang di restoran : $ 30 atau Rp. 276 ribu
Bir kaleng (harga grosiran) : $ 2.02 atau Rp. 18.6 ribu
1 kilogram beras : $ 3.81 atau Rp. 35 ribu
1 kilogram telur : $ 7.64 atau Rp. 70.3 ribu
tiket bioskop : $ 16 atau Rp. 147.2 ribu
Mesin Cuci : $ 1,196 atau Rp. 12 juta

10. Zurich, Swiss


Zurich, kota terbesar di Swiis, merupakan pusat bisnis dan merupakan kota bernaungnya beberapa perusahaan finansial terbesar di dunia. Kendati tahun lalu, sejumlah perusahaan besar bangkrut, inflasi rata-rata meningkat kembali usai krisis 2009.

Berikut data lain yang dihimpun ECA International :

Makan pagi dan siang di restoran : $ 25 atau Rp. 260 ribu
Bir kaleng (harga grosiran) : $ 2.01 atau Rp. 18.5 ribu
1 kilogram beras : $ 3.36 atau Rp. 30.9 ribu
1 kilogram telur : $ 5.81 atau Rp. 53.4 ribu
tiket bioskop : $ 16 atau Rp. 147.2 ribu
Mesin Cuci : $ 974 atau Rp. 8.96 juta


Kamis, 21 Oktober 2010

Foto Terlarang dari Hindia Belanda pada Jaman Kolonial

Selasa, 8 Desember diterbitkan buku yang berisikan foto-foto terlarang yang dibuat di Hindia-Belanda - nama Indonesia di zaman kolonial - antara tahun 1945 hingga akhir 1949.

Foto-foto dilarang pemerintah Batavia, karena hanya mau memberikan gambaran yang positif tentang perang ketika itu. Foto tentara yang terluka tembakan, atau penduduk yang ditangkap dan diancam laras senapan, foto-foto yang boleh dibilang kontroversial, tidak pernah muncul di media Belanda. René Kok, Erik Somers dan Louis Zweers menggabungkan hampir 200 foto dalam buku mereka 'Perang Kolonial 1945-1949: Dari Hindia Belanda ke Indonesia. Radio Nederland berbincang dengan Erik Somers, salah satu penulisnya.

René Kok, Erik Somers dan Louis Zweers memang sudah lama menyelidiki berbagai arsip gambar dan juga fotografi mengenai Perang Dunia II. Selain itu mereka juga menyelidiki arsip-arsip foto di periode dekolonisasi Hindia-Belanda antara 1945 hingga 1949. Ketika itu banyak wartawan yang dipakai oleh pemerintah kolonial untuk membuat foto-foto perang. Para wartawan ini diwajibkan untuk menyerahkan semua foto yang dibuat kepada pemerintah Batavia untuk diseleksi, sebelum dikirim ke media di Belanda.

Disensor
Banyak foto yang tidak terseleksi karena dianggap mengandung unsur-unsur yang mengagetkan sehingga bisa meresahkan sanak keluarga serta penduduk Belanda. Foto serdadu yang terluka misalnya, atau tawanan perang, tidak pernah ditampilkan di media.

Sebenarnya periode 1945, setelah 17 Agustus dan 1949, dikenal dengan periode Bersiap, dan setelah itu dimulai aksi agresi I dan II oleh Belanda, dan berakhir dengan penyerahan kedaulatan Desember 1949. Istilah Belanda 'Politionele Actie' memang sengaja tidak digunakan oleh ketiga penulis. Menurut mereka istilah ini digunakan pemerintah Belanda untuk membenarkan aksi di Indonesia yaitu mengembalikan ketenangan dan pemerintahan di Hindia-Belanda, dan digunakan untuk menutup-nutupi apa yang terjadi ketika itu.

Setelah menyelidiki ratusan foto yang ditemukan, ketiganya menyimpulkan, bahwa sejak hari pertama pasukan Belanda datang ke Indonesia, dimulailah periode perang, dalam hal ini perang kolonial.

Memang saat itu banyak foto yang beredar mengenai perang. Tujuan utama buku ini adalah menerangkan kepada rakyat Belanda, bahwa pemberitaan mengenai perang ketika itu, terutama foto, telah terlebih dulu diseleksi, disensor oleh pemerintah, dinas intel dan militer Belanda. Hanya diperlihatkan foto-foto yang sesuai dengan kebijakan pemerintah, kebanyakan foto-foto yang menutup-nutupi dan tidak memperlihatkan situasi yang sebenarnya. Jadi foto-foto yang tidak membuat khawatir sanak keluarga para militer di Belanda. Ketika itu ada 120.000 tentara Belanda dikirim ke Indonesia.

Keadaan sesungguhnya
Foto-foto yang diterbitkan sekarang, justru foto yang dilarang atau ditolak oleh badan sensor, tapi oleh karena satu dan lain hal masih tetap disimpan di berbagai badan arsip. Foto-foto ini menunjukkan gambaran lain tentang perang, kekerasan, teror dan lainnya, atau gambaran perang sesungguhnya.

Rakyat Belanda tidak boleh merasa khawatir akan nasib tentara, sanak keluarga mereka yang ditugaskan ke Hindia-Belanda. Itulah tujuan utama. Setiap bentuk keresahan, apalagi tentangan terhadap perang ini membawa dampak negatif bagi pemerintah dan pimpinan militer Belanda ketika itu. Termasuk foto-foto di mana penduduk Indonesia menyambut gembira pasukan Belanda yang ketika itu dianggap sebagai 'pembebas'.

Kebijakan yang sama juga digunakan pemerintah Amerika Serikat dalam perang Irak. Dan juga di Afghanistan. Foto-foto yang dipublikasi sebisa mungkin tidak membuat orang bereaksi negatif. Foto-foto yang dibuat fotografer embedded, dan dibuat berdasarkan permintaan pemerintah atau militer.

Foto-foto ini bertolak belakang dengan cerita para serdadu yang kemudian kembali ke Belanda. Setibanya di tanah air mereka merasa tidak dihargai, karena gambaran publik tentang perang itu sangat positif. Tidak ada kejahatan, kekerasan, teror atau aksi berdarah.

Selain itu Belanda juga perlahan-lahan harus menerima bahwa mereka kehilangan wilayah koloni dan dari awalnya perang ini sudah dianggap gagal. Satu hal yang sudah pasti tidak menimbulkan simpati publik.

Reaksi
Banyak reaksi diterima ketiga penulis, terutama dari kalangan veteran KNIL di Belanda. dan juga dari anak-anak mereka, generasi kedua setelah perang. Buku ini, dan terutama foto-foto tersebut menjelaskan mengapa ayah mereka tidak mau berbicara tentang perang. Atau justru bercerita banyak mengenai berbagai kekerasan yang terjadi di saat perang, menjelang akhir hayat mereka. Dengan kata lain buku ini menceritakan sisi negatif dari perang.
Koloniale Oorlog: 1945-1949
René Kok, Erik Somers, Louis Zweers
Penerbit Carrera
ISBN: 978 90 488 0320 0
Terbit mulai 8 Desember 2009


Seorang pemuda yang terluka diberi pertolongan medis oleh anggota brigade marinir Belanda


Operasi Quantico. Seorang serdadu marinir terlihat mengancam sekelompok warga Indonesia yang diintrogasi


Operasi Quantico. Seorang pemuda ditarik rambutnya agar keluar dari tempat persembunyian.


Presiden Soekarno dan Ibu Fatmawati dielu-elukan oleh warga Indonesia, setelah berpidato di Yogyakarta, November 1949


Fotografer dan pembuat film Belanda di Batavia


Berkunjung ke Pabrik Kapal Selam Nuklir di Cumbria - England

BAE Systems Submarine Solusi adalah anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh BAE Systems, berbasis di Barrow-in-Furness, Cumbria, dan bertanggung jawab untuk pengembangan dan produksi kapal selam.Pabrik Ini mengoperasikan salah satu Kapal yang hanya ada sedikit di dunia yang mampu membangun kapal selam nuklir, yang dahulu telah menciptakan kapal selam Angkatan Laut Royal bertenaga nuklir sejak komisioning HMS Dreadnaught pada tahun 1963 . Galangan kapal Barrow-in-Furness juga telah membangun kapal selam sejak Belanda pertama kali dengan Royal Navy pada tahun 1903.Perusahaan ini sedang membangun kapal selam kelas Astute, generasi baru serangan kapal selam nuklir (SSN) untuk Royal Navy, yang pertama diluncurkan pada tanggal 8 Juni 2007

Kita Ke Galangan Kapal

Tampak Depan


Dalemnya


Kapal Selam:




























Awas Meledug tuh nuklir






Kapal Siap untuk menyelam:





Beragam Bentuk Jamur Unik yang Jarang Kita Temui

Jamur adalah tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh dari sekelompok fungi (Basidiomycota) yang berbentuk seperti payung, terdiri dari bagian yang tegak (batang) dan bagian yang mendatar atau membulat.



Secara teknis biologis, tubuh buah ini disebut basidium. Beberapa jamur aman dimakan manusia bahkan beberapa dianggap berkhasiat obat, dan beberapa yang lain beracun.

Jamur adalah keseluruhan bagian dari fungi, tubuh buah, dan bagian jaring-jaring di bawah permukaan tanah atau media mycelia yang tersusun dari berkas-berkas hifa.

Jamur adalah sebutan lain untuk kapang. Makna ini misalnya dapat disimak dari ungkapan “Rotinya sudah berjamur” yang maksudnya adalah "rotinya telah ditumbuhi kapang".